Jumat, 16 Februari 2024

LAHAN PERTANIAN DIPERLUAS APAKAH MENJAMIN KETAHANAN PANGAN

 

            Program food estate yang ramai dibicarakan, program ini menjadi isu yang sangat hangat dibicarakan terutama ketika debat pilihan presiden pertama yang disiarkan secara langsung. Oleh salah satu cawapres, program ini dianggap gagal karena menjadi salah satu proyek yang belum terlihat hasil nya. Menurut salah satu pengamat pertanian Khudori, Indonesia memang tengah menghadapi keterbatasan lahan pertanian. Namun, luas lahan pertanian per kapita di Indonesia sangat kecil, hanya 0,096 hektare (Ha) per kepala rumah tangga. Program food estate ini menjadi solusi karena bertujuan untuk memperluas lahan sawah, harapannya dapat menjamin ketahanan pangan Indonesia agar tetap terjaga.

                Di sisi lain, pada setiap tanaman umumnya memiliki kriteria yang berbeda-beda, sehingga diperlukan perlakuan yang berbeda untuk bisa mencapai pada tahapan panen. Hal yang mungkin dilupakan pada program ini adalah menanam jenis tanaman tanpa melihat terlebih dulu latar belakang jenis tanaman. Sekedar info, program food estate ini berada di wilayah Kalimantan, sehingga jika sebuah tanaman tersebut harus hidup pada cuaca yang dingin, sangat tidak direkomendasikan di tanam di wilayah Kalimantan. Dimana wilayah ini menurut data BMKG beberapa bulan terakhir termasuk wilayah yang bercuaca hangat dan lembap. Selain itu, kondisi adanya perbedaan pada tekstur tanah pada setiap wilayah, sehingga juga diperlukan perencanaan yang lebih matang. Disisi lain, pemerintah juga harus melibatkan semua kalangan, karena tentunya setiap warga lokal tentu juga memiliki cara nya tersendiri dalam bercocok tanam. Seperti hal nya bapak teguh, salah satu PEMBUDIDAYA yang saat ini kehadirannya selalu menjadi narasumber dalam kegiatan yang diadakan Dinas Perikanan Kota Lampung. Pasalnya beliau telah menemukan solusi untuk membuat tanaman tumbuh subur, dan juga dapat meminimalisir hadir nya hama yang selama ini menjadi musuh besar para petani.

Berawal dari BUDIDAYA IKAN NILA dengan penerapan SISTEM BIOFLOK, siapa yang menyangka ternyata air sisa BIOFLOK ini dimanfaatkan untuk menyiram tanaman. Tentunya sebelum digunakan untuk menyiram tanaman, air sisa BIOFLOK dilakukan permentasi terlebih dahulu, yang pada proses nya sangat mudah. Terbukti, berkat penemuannya dapat mencegah kehadiran hama, hingga pada saat ini para petani pun bukan hanya bercocok tanam, mereka berbondong-bondong membangun kolam bundar sekaligus menjadi PEMBUDIDAYA IKAN NILA.  Dalam hal ini ke depannya sebelum pemerintah menggarap suatu program, alangkah lebih baik melibatkan warga sekitar dan semua kalangan. Karena pada dasar nya, warga lokal lah yang lebih mengetahui karakteristik tanah dan cuaca di wilayah sekitar nya.

 

Untuk sekedar konsultasi dan bertanya ketersediaan stock, bisa langsung menghubungi salah satu nomor what’sApp kami.

Untuk info lebih lanjut, kunjungi link di bawah ini:

https://bumiwirasta.com/

Untuk pemesanan, bisa di link berikut ini:

https://www.tokopedia.com/bumiwirasta

Untuk kontak dan konsultasi lebih lanjut, hubungi nomor what's app di: 08161633702 / 081317243812




Tidak ada komentar:

Posting Komentar